Konsep Manajamen Keuangan berbanding lurus dengan
tujuan Manajemen Keuangan itu sendiri, yaitu:
1. Mendapat
laba
2.
Mengembangkan sustanbility
perusahaan
3. Meningkatkan
nilai perusahaan.
FUNGSI
MANAJEMEN KEUANGAN
Untuk mencapai tujuan, maka
diperlukan cara dan usaha yaitu melalui manajer keuangan itu dengan menerapkan
fungsi dari manajemen keuangan.
1.
Menetapkan
Kebijakan Investasi
Kebijakan investasi yang diperankan oleh MK
(Manajemen Keuangan) berorientasi pada alokasi dana yang mampu menghasilkan
laba. Kebijakan ini akan mempengaruhi aktiva perusahaan (aset perusahaan).
Sebagai contoh, Tuan A mendirikan sebuah toko, maka
memerlukan beberapa aset:
1.
Kas
2.
Barang dagangan (persediaan)
3.
Piutang
4.
Perlengkapan
5.
Kendaraan
6.
Tanah
7.
Bangunan
8.
Modal dana, berupa modal pribadi
dan hutang
Jika dicatat
dalam Neraca, akan berbentuk seperti berikut ini:
2.
Menetapkan
Kebijakan Finansial
Kebijakan ini diambil berdasarkan analisis sumber
dana yang telah didapatkan perusahaan guna mendanai kebutuhan operasional
perusahaaan atau yang biasa disebut dengan cost
of capital. Kebijakan ini dapat dilihat dari sisi pasiva dalam neraca,
yaitu berupa hutang dan modal pemilik.
3.
Menetapkan
Kebijakan Modal Kerja
Fungsi dari
modal kerja adalah untuk membayar hutang lancar (hutang jangka pendek) dengan
aktiva lancar (kas, piutang, persediaan).
Rumus: Modal Kerja = Aktiva Lancar – Hutang Lancar
Kebijakan MK
dalam modal kerja adalah mengendalikan jumlah aktiva lancar agar lebih
besar daripada jumlah hutang lancar, sehingga mampu membayar hutang lancar dan
mampu menjalankan aktiva tetap, seperti pembayaran sewa bangunan, listrik, dan
lain-lain.
4.
Menetapkan
Kebijakan Deviden
Salah satu tujuan MK adalah meningkatkan nilai
perusahaan. Nilai perusahaan ada 2 macam, yaitu:
a. Harga
Pasar Saham
b. Nilai
Likuidasi (Pembubaran)
Semakin tinggi harga saham perusahaan di pasar
saham, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan tersebut.
Deviden adalah pendapatan bagi pemegang saham.
Sehingga yang dimaksud dengan meningkatkan nilai perusahaan adalah meningkatkan
kemakmuran/kekayaan dari Pemegang Saham. Mengapa? Karena hal ini sebagai
kompensasi perusahaan atas bersedianya Pemegang Saham menanggung risiko rugi dan laba terhadap
saham yang telah ditanamkan.
Meningkatkan kemakmuran Pemegang Saham bukan berarti
mengesampingkan kepedulian terhadap lingkungan. Kewajiban perusahaan dalam social objectives diperlukan guna bukti
pertanggungjawaban operasional perusahaan terhadap lingkungan, contohnya
melalui pembuatan IPAL untuk limbah. Bisa saja perusahaan tidak membangun IPAL
untuk mengurangi biaya keluar, namun sustanbility perusahaan akan
dipertaruhkan. Karena masyarakat akan menuntut perusahaan yang dapat
mengakibatkan penutupan perusahaan secara paksa.
Implikasi dari
4 kebijakan di atas, yaitu dalam menentukan laba


Tidak ada komentar:
Posting Komentar