Jumat, 05 September 2014

LAPORAN KEUANGAN, ARUS KAS, DAN PAJAK

I. LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan di perusahaan menggunakan laporan tahunan (annual report), yaitu laporan yang diterbitkan setiap tahun oleh perusahaan kepada pemegang saham.
Ada 2 jenis informasi yang diberikan dalam laporan ini, yaitu:

1.      Verbal, disajikan sebagai surat dari presiden direktur yang menguraikan hasil operasi perusahaan selama tahun lalu dan prospek untuk tahun depan.
2.      Kuantitatif, menyajikan laporan keuangan: neraca, laporan laba-rugi, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas.


NERACA
Neraca adalah laporan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu, tergantung pada saat laporan itu disusun. Neraca memuat aktiva, pasiva, dan ekuitas (modal).
Contoh:
 
Saham preferen adalah gabungan antara saham biasa dan utang.
Laba ditahan adalah bagian laba perusahaan yang disimpan dan tidak dibayarkan sebagai devisa.
 
LAPORAN LABA-RUGI
Laporan yang mengikhtisarkan pendapatan dan beban perusahaan.
Contoh:
 
 



LAPORAN LABA DITAHAN

Perubahan laba ditahan terjadi kaena pemegang saham biasa mengijinkan perusahaan menginvestasikan kembali dana yang tidak didistribusikan sebagai deviden. Laba ditahan dalam neraca bukan berupa kas, melainkan investasi dalam bentuk peralatan, persediaan, daln lain sebagainya.



LABA AKUNTANSI vs ARUS KAS
Arus kas diperlukan untuk membayar deviden secara tunai dan untuk membeli aktiva sebagai kelanjutan operasi perusahaan.
                    Arus Kas Bersih = Laba bersih - pendapatan nonkas + beban nonkas 
Contoh utama beban nonkas adalah penyusutan. Pos nonkas selain penyusutan adalah nol. Penyusutan adalah beban tahunan atas laba yang menceerminkan estimasi biaya peralatan modal yang digunakan dalam proses produksi.
                             Sehingga :       Arus Kas Bersih = Laba bersih + Penyusutan

 
Arus Kas Bersih vs Arus Kas Operasi
Arus Kas Bersih mencerminkan keputusan operasi dan pembiayaan
Arus Kas Operasi mencerminkan hasil normal dari operai yang terjadi. Didefinisikan sebagai perbedaan antara laba penjualan dan beban operasi kas, setelah pajak atas pendapatan operasi.

                     Arus Kas Operasi = (Laba operasi) (1 - tarif pajak) + Penyusutan
                                                                                                           
Contoh Soal :
Tahun 2013, Allied Food Product mempunyai laba operasi sebesar Rp283,8juta. Penyusutan sebesar Rp100juta. Tarif pajak sebesar 40%. Maka arus kas operasi sebesar berapa rupiah?
Jawab:     Arus Kas Operasi = (283,8) (0,6) + 100 = 170,3 + 100 = Rp270,3juta.


II.                   LAPORAN ARUS KAS
Laporan Arus Kas merupakan laporan yang menjelaskan dampak aktivitas operasi, investasi, dan pembiayaan perusahaan terhadap arus kas selama satu periode akuntansi. Ada 3 aktivitas dalam laporan arus kas, yaitu:
1.      Aktivitas Operasi        : Laba bersih, penyusutan, dan perubahan aktiva lancar serta
                                      kewajiban lancar selain kas dan utang jangka pendek.
2.      Aktivitas Investasi      : Investasi dalam atau menjual aktiva tetap.
3.      Aktivitas Pembiayaan : Kas yang diperoleh 1 tahun berjalan dengan menerbitkan
                                      utang jangka pendek, utang jangka panjang, atau saham.
 
 

MVA DAN EVA
Market Value Added (MVA), -Nilai Tambah Pasar Market-
Merupakan perbedaan antara nilai pasar ekuitas dan jumlah modal ekuitas yang diinvestasikan investor untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Mengukur pengaruh tindakan manajerial sejak pendirian perusahaan.
MVA   = Nilai pasar ekuitas – modal ekuitas yang diinvestasikan oleh investor
            = (Saham yang beredar) (Harga saham) – Total ekuitas saham biasa
 
Economic Value Added (EVA), -Nilai Tambah Ekonomi-
Merupakan nilai tambah kepada pemegang saham oleh manajemen selama satu tahun tertentu (efektivitas manajerial).
EVA    = Laba operasi setelah pajak – Biaya modal setelah pajak
            = EBIT (1-Tarif pajak) – (Total modal) (Biaya modal setelah pajak)



III.                   PAJAK
PAJAK PENGHASILAN INDIVIDUAL
Tarif pajak adalah progresif, yaitu semakin tinggi penghasilan seseorang, semakin besar pula persentase pembayaran pajak. Tarif pajak pribadi:
1.      Laba Kena Pajak (taxable income), yaitu laba kotor dikurangi pengecualian dan pengurangan yang diperbolehkan undang-undang perpajakan.
 
2.      Tarif Pajak Marjinal, yaitu tarif pajak yang dibebankan pada unit terakhir dari laba seseorang.
 
3.      Tarif Pajak Rata-Rata (Average Tax Rates), yaitu pajak yang dibayar dibagi dengan laba kena pajak.
4.      Tarif Pengenaan Pajak (Tax Brackets), yaitu pemberian tingkat inflansi untuk menghindari bracket creep (laba riil pajak dibayarkan akibat inflansi).

Tarif Pajak Pribadi tahun 2013:
Lapisan Penghasilan Kena Pajak (Rupiah)
Tarif Pajak
Sampai dengan 50 juta
5 %
Diatas 50 juta sampai 250 juta
15 %
Diatas 250 juta sampai 500 juta
25 %
Diatas 500 juta
30 %



PAJAK PENGHASILAN PERUSAHAAN
Tabel Tarif Pajak Penghasilan
Untuk BADAN USAHA
Tahun 2013
Penghasilan Kotor (Peredaran Bruto)
Tarif Pajak
Sampai dengan Rp 4,8 Milyar
1% x Penghasilan kotor (Peredaran Bruto)
Diatas Rp 4,8 Milyar sampai Rp 50 Milyar
{(0,25 – (0,6 Milyar/Penghasilan Kotor)} x PKP
Diatas Rp 50 Milyar
25% X PKP
 


5 komentar:

  1. Penjualan netto Rp. 28.500.000
    Harga pokok penjualan Rp. 16.000.000
    Biaya penjualan atministrasi Rp. 270.000

    DIMINTA HITUNGLAH
    A. laba setelah pajak

    BalasHapus
  2. Neraca toko tenis pada tahun2006 menunjukan saldo utang jangak panjang sebesarRp 2,8jta dan neraca tahun 2007 menunjukan saldo utang jangka panjang sebesar Rp 3,1jta.Laporan laba rugi tahun 2007 menunjukan beban bunga sebesar Rp 340.000.Berapakah arus kas perusahan kreditur selama satu tahun 2007

    BalasHapus
  3. Kira kira penyelesainnya kayak apa

    BalasHapus